SEKILAS INFO
  • 5 tahun yang lalu / Selamat datang di website Pesantren Subulussalam Tulungagung
WAKTU :

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Pesantren Subulussalam

Terbit 22 September 2025 | Oleh : redaksi | Kategori : Artikel / Berita / Generals
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Pesantren Subulussalam

Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, Pesantren Subulussalam menggelar acara penuh hikmah pada Kamis malam 18 September 2025, ba’da Isya, bertempat di Aula Utama Pesantren Subulussalam 2. Acara ini dihadiri oleh seluruh santri, dewan asatidz, dan segenap keluarga besar pesantren.


Pada kesempatan tersebut, Abah Prof. Dr. H. Ahmad Zainal Abidin, M.A memberikan sambutan sekaligus tausiyah yang sarat makna. Beliau menyampaikan beberapa poin penting, di antaranya:

  1. Mensyukuri Hal-Hal Kecil
    Abah mengutip dawuh ulama yang mengatakan bahwa beruntunglah manusia yang mampu mensyukuri hal-hal kecil dalam hidup. Menurut beliau, rasa syukur atas perkara yang tampak remeh justru menjadi kunci keberkahan hidup.
  2. Keagungan Nabi Muhammad SAW
    Nabi Muhammad SAW adalah manusia paling mulia dalam segala aspek. Bahkan seorang ilmuwan Yahudi-Amerika, Michael H. Hart, dalam bukunya “The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History”, menempatkan Nabi Muhammad pada peringkat pertama sebagai tokoh paling berpengaruh dalam sejarah, melampaui Yesus dan tokoh dunia lainnya.
  3. Kisah Kelahiran Nabi
    Abah menceritakan kisah bagaimana Abu Lahab, yang dikenal sebagai penentang Nabi, merasa bergembira ketika mendengar kelahiran Muhammad SAW. Karena rasa gembiranya, konon setiap hari Senin Abu Lahab mendapat keringanan siksa. “Apalagi kita yang senantiasa membaca shalawat, baik dalam shalat maupun dalam keseharian,” tutur beliau.
  4. Pentingnya Peringatan Maulid
    Momen seperti Maulid Nabi sangat penting untuk diperingati sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah. Abah mengutip hadis ketika Rasulullah mendoakan Aisyah agar seluruh dosanya diampuni, doa yang sejatinya juga berlaku untuk seluruh umat. Beliau juga menyinggung hadis:
    شَفَاعَتِيْ لِأَهْلِ الْكَبَائِرِ مِنْ أُمَّتِيْ
    “Syafaatku adalah untuk para pendosa besar dari umatku.”
    Abah menegaskan, “Semoga kita diakui sebagai umat Rasulullah dan mendapatkan syafaatnya.”
  5. Rasulullah Penolong Umat
    Rasulullah SAW senantiasa membantu umatnya dalam menyelesaikan berbagai persoalan, baik di dunia maupun kelak di akhirat.
  6. Tanda Umat Rasulullah di Yaumul Hisab
    Pada hari kiamat, Rasulullah akan mengenali umatnya dari cahaya yang terpancar pada wajah mereka akibat rajin berwudhu. Hal ini menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk menjaga wudhu dalam kehidupan sehari-hari.

Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini ditutup dengan doa bersama dan pembacaan shalawat, menghadirkan suasana penuh khidmat dan cinta kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW.

SebelumnyaPembukaan Ta'lim Semester Ganjil Tahun Ajaran 2025–2026 Pesantren Subulussalam Tulungagung SesudahnyaNyantri di Pesantren, Pentingkah bagi Mahasiswa?

Berita Lainnya

0 Komentar